ITERA NEWS. Tim peneliti dari Program Studi Teknik Geofisika Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang terdiri dari dosen, asisten akademik, laboran, dan mahasiswa melakukan pengambilan data gaya berat dan magnetik di Gunung Pesawaran, Lampung 18 – 23 Mei 2021. Kegiatan ini menjadi rangkaian penelitian atas kejadian rentetan gempa bumi kecil atau gempa bumi swarm di Pesawaran beberapa waktu lalu.

Tim penelitian dibimbing oleh Dr. Surono, tiga dosen Teknik Geofisika ITERA yaitu Izaina Nurfitriana, S.Si,.M.Sc., Erlangga Ibrahim Fattah, S.Si,.M.T dan Alhada Farduwin, S.T.,M.T serta asisten akademik Rizki Wulandari, S.T. Penelitian ini juga turut melibatkan mahasiswa yang melaksanakan kerja praktik dan tugas akhir.

Ketua penelitian Izaina Nurfitriana, S.Si,.M.Sc., menuturkan, berdasarkan informasi yang dihimpun dari BMKG Kotabumi, Lampung Utara, telah tercatat 24 kejadian gempa kecil yang berulang di daerah Pesawaran, Lampung, beberapa waktu lalu. Gempa-gempa kecil ini terjadi dalam beberapa hari di bulan Januari 2021. Atas kejadian tersebut, warga juga sempat khawatir terjadi gempa besar yang merusak.

“Dari beberapa kasus, rentetan gempa kecil yang terjadi dapat menimbulkan kerusakan pada rumah-rumah warga. Namun mekanisme sumber ini masih belum dapat dipahami dengan baik oleh para peneliti kegempaan. Gempa yang terjadi memiliki mekanisme sumber yang berbeda dengan gempa besar yang terjadi akibat patahan atau subduksi megathrust, sehingga perlu kami teliti lebih lanjut,” ujar Izaina, Selasa, 25 Mei 2021.

“Kegiatan penelitian ini merupakan kerja sama ITERA dengan BPBD Provinsi Lampung dan BMKG Kelas III Kotabumi Lampung, untuk menguak penyebab gempa dan melakukan sosialisasi kepada warga.”

Hal ini menyebabkan perlunya penelitian lebih lanjut sebagai salah satu langkah awal baik dalam mitigasi bencana maupun dalam memahami kondisi geologi daerah Pesawaran.

Kerja Sama ITERA

Izaina menambahkan, kegiatan penelitian ini merupakan kerja sama ITERA dengan BPBD Provinsi Lampung dan BMKG Kelas III Kotabumi Lampung, untuk menguak penyebab gempa dan melakukan sosialisasi kepada warga.

Beberapa metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Gayaberat, Metode Magnetik dan Mikroseismik.  Survey metode ini dilakukan menggunakan alat Gravymeter Scintrex-CG6 dan Magnetometer GSM-19 sebanyak 100 titik pengukuran yang mencakup daerah sumber gempa yang merupakan terduga Sesar Menanga di lereng Gunung Pesawaran.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa dilibatkan untuk belajar mengoperasikan alat hingga mendapatkan data yang siap diolah serta kerja sama antar tim. Tim lapangan yang secara langsung mengumpulkan data terdiri dari Hendra Hidayat Akbar, S.T, Nugroho  Prasetyo S.T, Wahyu Eko Junian, S.T, Izhar Syafawi, S.T, Diki Setyawan, dan Rizqi Chudori.  Selama melaksanakan kegiatan di lapangan tim peneliti dan tim lapangan selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. (Rilis/Humas)

https://www.itera.ac.id/tim-itera-teliti-sumber-gempa-bumi-swarm-di-pesawaran-lampung/https://www.itera.ac.id/tim-itera-teliti-sumber-gempa-bumi-swarm-di-pesawaran-lampung/


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *